Terapi fotoaging dengan tretinoin topikal: sebuah analisis berbasis bukti

Saturday, March 20, 2010

Abstrak

Tretinoin topikal telah ditetapkan sebagai sebuah pengobatan yang efektif untuk fotoaging (penuaan kulit akibat sinar matahari). Meski demikian, masih ada ketidakjelasan tentang cara yang tepat untuk menggunakan obat ini, ketidakjelasan yang bisa menyesatkan dokter dalam memilih pendekatan klinis dan pasien dalam resimen pengobatannya. Kebanyakan informasi yang keliru tentang tretinoin mulai muncul sejak awal-awal ditemukannya obat ini, pada saat ketika efikasinya untuk mengobati efek fotoaging masih diperdebatkan. Kemajuan penelitian yang signifikan di bidang ini telah menghilangkan banyak ketidakjelasan tentang obat ini, sehingga memperjelas cara untuk memilih pendekatan medis berbasis-bukti terhadap terapi tretinoin untuk fotoaging. Telaah jurnal kali ini merangkum temuan-temuan terbaru dalam terapi tretinoin untuk memandu para dokter dalam mengobati pasien dengan hormon yang aman dan efektif ini. Sampai sekarang, tretinoin masih menjadi satu-satunya agen terapeutik yang terbukti dapat mereparasi kerusakan kulit akibat sinar matahari.
-

Perbandingan antara formulasi baru (kalsipotriena plus betametason) dengan formulasi komponen aktifnya masing-masing dan plasebo dalam pengobatan psoriasis kulit kepala: sebuah trial acak, tersamar-ganda, dan terkontrol

Friday, March 19, 2010

Abstrak

Latar belakang: Pengobatan topikal baru untuk psoriasis kulit kepala diperlukan karena banyak pengobatan topikal yang ada sekarang tidak disukai oleh pasien dan terkait dengan kepatuhan pengobatan yang buruk.

Tujuan: Membandingkan efikasi dan keamanan formulasi dua-senyawa yang mengandung kalsipotriena plus betametason satu kali satu hari dengan formulasi komponen aktifnya masing-masing dalam wahana yang sama dan wahana/plasebo saja tanpa bahan aktif.

Metode: Dalam penelitian multi-senter, acak, dan tersamar-ganda yang berlangsung 18 pekan ini, pasien yang mengalami psoriasis kulit kepala dikelompokkan secara acak ke dalam 4 kelompok pengobatan, yaitu: pengobatan dengan formulasi dua-senyawa (kalsipotriena 50 µg/g plus betametason 0,5 mg/g, dalam bentuk dipropionat) (n = 541); pengobatan dengan betametason 0,5 mg/g (dalam bentuk dipropionat) dalam wahana yang sama (n = 556); pengobatan dengan kalsipotriena 50 µg/g dalam wahana yang sama (n = 272); atau pengobatan dengan wahana/plasebo saja (n = 136).

Hasil: Pada kelompok pengobatan dengan formulasi dua-senyawa, pasien dengan penyakit yang diketagorikan sebagai “sembuh total” atau “sangat ringan” pada pekan ke-8 lebih banyak (71,2%) dibanding dengan kelompok pengobatan betametason dipropionat dalam wahana yang sama (64,0%, p = 0,011), pengobatan dengan kalsipotriena dalam wahana yang sama (36,8%, p < 0,0001), atau pengobatan dengan wahana/plasebo saja (22,8%, p < 0,0001).

Kekurangan: Efikasi obat pembanding dalam penelitian ini belum ditentukan dalam kaitannya dengan formulasi kalsipotriena dan betametason yang tersedia untuk penggunaan klinis.

Kesimpulan: Formulasi kalsipotriena plus betametason dipropionat untuk penggunaan pada kulit kepala lebih efektif dibanding formulasi komponen aktifnya masing-masing atau wahana/plasebo saja.

Photoaging (Penuaan Kulit Akibat Sinar Matahari)

Thursday, March 18, 2010

Ketika harapan hidup meningkat dan seseorang mulai memasuki usia pertengahan, terjadi peningkatan minat untuk memperlambat proses penuaan. Peningkatan minat ini didasarkan oleh kepercayaan bahwa pengetahuan ilmiah yang lebih besar dan perkembangan teknologi memungkinkan kita untuk mengontrol manifestasi fisik dari penuaan. Dalam pada itu, semakin banyak orang yang menyadari bahwa faktor-faktor eksternal berdampak pada penuaan dini. Walaupun para spesialis dermatologi telah membahas sejak akhir abad ke-19 dugaan bahwa sinar matahari berkontribusi bagi penuaan dini, namun masih diperlukan pendidikan untuk meyakinkan orang-orang tentang bahaya yang dipilih oleh keterpaparan sinar matahari.

Gangguan Pigmentasi Kulit

Wednesday, March 17, 2010

Gangguan pigmentasi tidak biasanya dianggap sebagai masalah kosmetik. Akan tetapi, hampir setiap wanita yang merasa khawatir mengalami keriput dan penuaan juga mengeluh tentang masalah-masalah pigmentasi. Seperti acne, gangguan pigmentasi menyebabkan stress dan rasa malu yang tinggi, sehingga pilihan pengobatan harus dipahami oleh setiap spesialis dermatologi kosmetik. Dalam bab ini, pembahasan berfokus pada kondisi-kondisi berpigmen yang paling besar kemungkinannya ditemui oleh spesialis dermatologi kosmetik. Banyaknya abnormalitas pigmentasi kulit yang lebih bersifat patologis, dan abnormalitas yang biasanya jarang, akan dibahas dalam bab ini. Ini tidak berarti bahwa spesialis dermatologi kulit tidak memperhitungkan bidang penelitian etiologi kelainan pigmen yang sedang berkembang. Justru, fakta bahwa produsen beberapa produk kosmetik yang dijual secara bebas (OTC) menjanjikan bahwa produk mereka akan menghilangkan bercak-bercak gelap menuntut para spesialis dermatologi kosmetik untuk memahami penyebab-penyebab mendasar dari kondisi-kondisi ini.

Candidiasis Mulut

Tuesday, March 16, 2010

Gambaran Umum

Candidiasis merupakan sebuah kondisi infeksi oportunis yang disebabkan oleh jamur saprofita dari genus Candida, yang mencakup delapan spesies jamur, yang paling umum diantaranya adalah Candida albicans. Candidiasis biasanya terbatas pada kulit dan membran-membran mukus. Tipe klinis yang umum dari candidiasis mukokutaneous mencakup: orofaring (mengenai rongga mulut dan/atau faring), vulvovaginal (mengenai mukosa vaginal dan vulvar), paronychial (mengenali dasar kuku dan lipat kuku), interdigital (biasanya mengenai kulit diantara jari-jari), intertriginous (mengenai kulit area submammary atau inguinal dan/atau skrotum). Infeksi candidiasis yang sistemik dan invasif bisa terjadi, khususnya pada pasien yang mengalami imunosupresi parah. Saluran gastrointestinal, trakea, paru-paru, hati, ginjal dan sistem saraf pusat semuanya merupakan tempat yang potensial untuk infeksi pada candidiasis sistemik menular dan bisa menghasilkan septisemia, meningitis, penyakit hepatosplenik, dan endokarditis.

Porfiria Kutanea Tarda

Monday, March 15, 2010

Epidemiologi
   
Porfiria kutanea tarda (PCT) merupakan porfiria yang paling umum, dengan kejadian diperkirakan 1/70.000. Penyakit ini bisa diwariskan secara genetik atau didapat (acquired). Akan tetapi, bahkan pada bentuk PCT yang didapat, pengaruh genetik bisa terlibat. PCT epidemik (porfiria toksik) pertama kali ditemukan pada tahun 195... di Turki bagian tenggara. Petani yang memakan biji-bijian yang diperlakukan terlebih dahulu dengan haksaklorobenzen mengalami PCT klasik; setelah menghentikan penggunaannya pada tahun 1960, epidemik ini terhenti, tetapi memiliki fatalitas diantara anak-anak yang terkena.
   
Sebanyak 60 persen pasien PCT adalah pria, kebanyakan diantaranya mengkonsumsi alkohol berlebih; wanita yang mengalami PCT kebanyakan adalah yang sedang mengkonsumsi obat yang mengandung estrogen. Kebanyakan pasien PCT berusia di atas 40 tahun dan 66% memiliki bukti overload zat besi.

LUPUS ERITEMATOSUS: TANTANGAN PENENTUAN DEFINISI DAN PENGOBATAN

Sunday, March 14, 2010

Lupus eritematosus (LE) merupakan istilah dasar yang menunjuk pada beragam penyakit yang memiliki kesamaan dalam hal perkembangan autoimunitas yang manargetkan konstituen-konstituen molekuler, yakni nukleosom dan ribonukleoprotein. Beberapa pasien mengalami manifestasi LE sistemik (SLE) yang membahayakan jiwanya; sedangkan pasien lainnya, yang mengalami LE dengan proses penyakit yang pada dasarnya sama, hanya menampakkan lesi kulit LE diskoid (DEL) selama perjalanan penyakitnya. Akan lebih muda jika LE dianggap sebagai sebuah spektrum klinis yang mencakup mulai dari pasien yang hanya mengalami lesi-lesi kulit DEL terlokalisasi sampai pasien yang berisiko meninggal karena manifestasi sistemik dari LE seperti nefritis, penyakit sistem saraf pusat, atau vaskulitis. Pola keterlibatan kulit yang ditampakkan oleh seorang pasien penderita LE bisa memberikan petunjuk tentang posisi penyakit pasien dalam spektrum klinis LE.

 
Bloggerized by Blogger Template